27 Des 2011

Selamat Menempuh Hidup Baru Sefty Faradillah





Sejenak Mengenang Masa Lalu
7 tahun kita bersama
Kita pernah rasakan susah, senang bersama
Sejak SMA, kita satu kamar, satu kelas
Kuliahpun Satu Jurusan, satu asrama, satu kos, satu kelompok
Makan bersama, jalan-jalan bersama
Mengenang masa-masa SMA bersama
Dan hingga semua menganggap kita kembar
Akulah saudara kembarmu
Hingga aku menikah mendahuluimu
Seorang Fara
Seorang perempuan yang notabene sikapnya selalu seperti laki-laki
Seorang mahasiswa taekwondo
Yang tidak disangka-sangka akan menikah mendahului teman yang lain
Kini..
Wajahmu akan terlihat sangat cantik
Menjadi ratu dalam sehari menaiki kereta kuda bersama pangeran
Berbalut gaun putih yang indah
Dengan sepatu hak tinggi yang sebenarnya tidak kamu suka
Gemetar mendengar calon suami melaksanakan ijab qobul

"Saya Terima nikahnya Sefty Faradillah binti Mohammad Ali dengan mas kawin tersebut tunai"

Alhamdulillah..
Sah sudah dan kini gelar baru setelah S.Si
yaitu seorang istri
Cincin pernikahan telah dipasangkan
Buku nikah segera ditanda tangani
Gurat kebahagiaan terpancar
Dua hati kini telah menyatu
Kini Fara telah halal bagi Syarif
Dua Keluarga telah menyatu
Madura dan Ambon

"Selamat Menempuh Hidup Baru Saudara Kembarku"
Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah
Amin..

بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير







22 Des 2011

Happy Mother's Day




Ibu
Aku tidak pernah tau seperti apa wajahmu
Aku tak pernah mendengar suaramu
Aku tidak pernah tau selembut apa tutur katamu
Aku tak pernah merasakan engkau memanjakanku
Aku tidak pernah melihat senyummu
Aku tidak pernah merasakan belaianmu
Tapi
Ibu adalah segalanya buatku dan tidak tergantikan
Tak akan bisa digantikan siapapun itu
Tetap selalu dihatiku
Terlantun do'a selalu untukmu ibu
Agar engkau selalu bahagia disana melihatku
Bahagia di Surga melihat anakmu ini 
Yang mungkin belum benar-benar membanggakanmu
Dan Aku
Selalu merindukanmu
Selalu ingin bertemu denganmu walau hanya dalam mimpi
Selalu ingin merasakan belaianmu
Selalu ingin melihat wajahmu tersenyum padaku
Aku sayang Ibu..
Terima kasih ibu telah berjuang demi aku
Aku sangat menyayangimu Ibu..
Suatu saat nanti, kita pasti bisa bertemu..









15 Des 2011

Kenapa Harus Ijazah???



Beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan guru SMA. Alhamdulillah beliau masih ingat sama aku. Sejenak ngobrol-ngobrol di gedung SMA. 
Beliau bertanya padaku, "Untuk apa kamu melanjutkan kuliah? Bukankah hidupmu sekarang sudah lengkap. Sudah punya anak pula". 
Dan dengan sangat singkat aku menjawabnya, "Sayang kalo' ditinggalkan kuliah saya Pak", kataku. 
Beliau hanya tersenyum dengan gayanya yang tak pernah berubah sejak dulu. Lalu beliau kembali bertanya, "Kenapa harus seperti itu alasannya"..
Aku balas dengan senyuman pula dan sedikit alasanku, "Karena salah kalau saya mengatakan alasannya karena ijazah karena tanpa ijazah aku sudah bisa menghasilkan uang dan sudah cukup untuk keperluan hidupku".
"Betul. Dan lagi, setidaknya dengan gelar yang kamu punya itu, itu jadi kebanggaan tersendiri buat anak kamu nantinya saat melihat ijazah bapak dan ibunya yang lulusan S1. Dan itu bisa memotivasi anakmu untuk jadi lebih baik lagi."
Dan begitulah percakapanku dengan Bapak Amsun, guru SMA ku dulu. Dan memang benar. Mayoritas sekarang seseorang melanjutkan kuliahnya bukanlah untuk mencari ilmu semata, bahkan ilmunya sudah menjadi di nomor kesekian dan ijazahnyalah yang diutamakan. Bahkan penjualan ijazah sekarang sudah sangat terang-terangan. Ilmu bisa di dapat dimana saja, tidak harus dibangku kuliah. Tapi tetap saja untuk menjadi pegawai negri harus menyerahkan ijazah, dan bukan ilmunya yang ditanyakan, tapi ijazahnya yang ditanyakan. Perjuangan kuliah 4 tahun, dengan tugas yang menumpuk itu hanyalah simbolis, yang sebenarnya adalah ijazah yang mereka cari. Tapi taukah kalian bahwa kita juga bisa sukses karena tanpa ijazah? Cobalah dari sekarang menggali kemampuan dan putarlah otak bagaimana sekiranya kita bisa sukses tanpa ijazah. Ah, buat apa jadi pegawai negri kalo masih harus mengeluarkan uang untuk menyogok? 100 juta untuk menjadi pegawai negeri, jabatannya hanya seorang guru. Ah,,,,,, Perlu dipikirkan ulang. Butuh berapa tahun gaji seorang guru bisa mengembalikan uang 100 juta? Apakah tidak ada usaha lain yang bisa dilakukan dengan uang 100 juta itu? 
"Jadilah pengusaha muda. Jangan selalu andalkan ijazah"
Itu yang selalu dikatakan temanku yang sekarang sudah bisa dibilang sukses. Dia belum mendapat gelar S.Si, bahkan dia kuliah di 2 universitas berbeda. Dia mencari ilmu dan link yang banyak. Tanpa ijazah dia sudah bisa menikah dengan biayanya sendiri, dia sudah bisa membangun rumah sendiri dan dia sudah bisa membeli mobil mewah dengan hasil kerja kerasnya sendiri tanpa ijazah. Sedangkan teman-temanku yang sudah memiliki gelar, malah kebingungan mencari kerja dengan membawa ijazah kemana-mana. Dan hanya menjadi guru dan bukan pegawai negeri. Jadi, Berminatkah menjadi pengusaha muda tanpa ijazah??  Memang sih ijazah juga berguna, tapi jangan terlalu bergantung lah.. Tetaplah kejar terus cita-citamu, tuntutlah ilmu setinggi mungkin, tapi jangan hanya untuk ijazah.