6 Agt 2011

Puisi Untuk Ayah




Dengan puisi ini
Ijinkan aku menceritakan semuanya ayah
Menceritakan gerimis yang mengiringi kepergianmu
Menceritakan hujan yang membasahi nisanmu

(Puisi ini aku buat untuk mengenang 10 tahun kepergian ayah yang bertepatan pada bulan Agustus)

Keramaian HUT RI yang tak terasa
Yang terasa adalah perih saat mendengar bunyi ambulance
Di depanku dan teman-temanku
Yang seharusnya hari itu hari bahagia
Dimana Ayah selalu bangga melihatku
Tapi menjadi tangis kesedihan saat aku melihatmu Ayah
Aku tak akan menggugat akan kepergianmu Ayah
Kepergianmu menyadarkan aku
Bahwa hidup tak bisa ditebak
Hanya waktu yang akan menjawab
Pada puisiku ini
Aku katakan betapa aku sangat merindukanmu Ayah


Bulan ini, lengkap sudah 10 tahun kepergian ayah
10 tahun aku lalui tanpa ayah hingga aku memiliki seorang anak
Bahkan ayah tak sempat melihat cucu-cucu ayah
Hari ini aku kembali teringat 16 tahun yang lalu
Disaat Ayah mengantarku sekolah
Dan dengan sabar menungguku pulang sekolah di belakang sekolah
Sambil membuatkanku mainan dari bambu
Dan Ayah langsung menggendongku saat pulang sekolah
Tak mau melihatku kelelahan
Kau lalui hidup meski terlalu banyak orang yang ingin melihat Ayah menderita
Segala hal mereka lakukan untuk menjatuhkanmu
Tapi itu tak mematahkan semangatmu
Karena engkau selalu berprinsip
"Anak-anakku harus pintar, tidak boleh putus sekolah, harus sekolah setinggi-tingginya"
Ayah selalu memanjakan aku dan kakakku
Begitu pula dengan adikku
Tapi
Ayah belum sempat melihat keberhasilan anak-anakmu
Ayah belum sempat melihat kakak memakai jubah keberhasilannya
Bahkan Ayah tidak sempat melihatku 
Di saat mendapat penghargaan membawakan sang saka merah putih di hari kemerdekaan
Bukankah itu yang ayah harapkan dari dulu
Menjadikan anaknya hebat, menjadi no 1
Betapa besar cintamu terhadapku ayah

Dan hari ini, hanya do'aku untukmu Ayah
Semoga kau tenang disana
Diberikan jalan yang lancar dan ada di Surga-Mu Ya Allah
Amien..

AKU MERINDUKANMU AYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar